Indonesia Hadir di Cairo International Book Fair 2026, Tampilkan Islam Moderat dan Ekoteologi
Indonesia kembali hadir di Cairo International Book Fair 2026 dengan Paviliun Indonesia yang menampilkan mushaf Al-Qur’an, manuskrip ulama Nusantara, dan diplomasi Islam moderat.
BERITA MESIR


Kairo — Paviliun Indonesia secara resmi dibuka pada ajang Cairo International Book Fair (CIBF) ke-57 pada Rabu (21/1/2026) pukul 12.30 waktu setempat. Pembukaan paviliun berlangsung di Egypt International Exhibition Center, Kairo, dan dipimpin oleh Kuasa Usaha ad interim KBRI Kairo, M. Zaim A. Nasution.
Acara tersebut dihadiri oleh jajaran pejabat KBRI Kairo, perwakilan Kementerian Agama Republik Indonesia, mahasiswa Indonesia di Mesir, serta pengunjung internasional yang memadati kawasan pameran buku terbesar di kawasan Timur Tengah itu.
Perwakilan Kementerian Agama RI, Asep Rifqi Abdul Aziz, yang juga merupakan Pentashih Mushaf Al-Qur’an pada Unit Percetakan Al-Qur’an (UPQ), menyampaikan bahwa keikutsertaan Indonesia dalam CIBF merupakan langkah strategis untuk memperkuat kontribusi Indonesia dalam diskursus intelektual Islam global.
Menurut Asep Rifqi, Indonesia tidak hanya menghadirkan karya ilmiah dan produk keilmuan, tetapi juga menampilkan praktik nilai-nilai keagamaan yang membumi dan berorientasi pada kemaslahatan umat. Pendekatan tersebut mencerminkan wajah Islam Indonesia yang moderat, inklusif, dan aplikatif dalam kehidupan sosial.
Ia menambahkan bahwa partisipasi Indonesia di CIBF juga menjadi bagian dari penguatan konsep ekoteologi di tingkat internasional, sejalan dengan implementasi Asta Protas Kementerian Agama. Ekoteologi menekankan pentingnya harmoni antara Tuhan, manusia, dan alam sebagai fondasi pembangunan dunia yang berkelanjutan.
Keikutsertaan Indonesia dalam pameran ini didukung oleh berbagai lembaga strategis, di antaranya KBRI Kairo, Ditjen Bimas Islam, Ditjen Pendidikan Islam, BPKH, BAZNAS, Badan Wakaf Indonesia (BWI), LPMQ, Unit Percetakan Al-Qur’an (UPQ), Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII), serta LEMKA.
Sementara itu, M. Zaim A. Nasution menegaskan bahwa kehadiran Indonesia di CIBF merupakan bagian dari penguatan diplomasi kebudayaan dan keagamaan. Ia mengapresiasi Kementerian Agama atas kembalinya Indonesia berpartisipasi dalam pameran buku internasional di Mesir setelah sekitar 20 tahun.
Menurutnya, momentum ini penting untuk menegaskan kembali peran Indonesia dalam forum literasi dan intelektual internasional, sekaligus mempererat hubungan historis Indonesia–Mesir. Partisipasi tersebut juga menjadi wujud implementasi kerja sama strategic partnership antara Indonesia dan Mesir yang disepakati pada April 2025 di Kairo.
Pembukaan Paviliun Indonesia ditandai dengan prosesi pengguntingan pita dan dimeriahkan pembacaan puisi oleh Ashraf AboArafe, seniman dan penyair Mesir sekaligus Pemimpin Redaksi media diplomasi internasional aldiplomasy.com.
Paviliun Indonesia menarik perhatian pengunjung lintas negara, salah satunya melalui demonstrasi Mushaf Al-Qur’an Isyarat yang diperagakan secara langsung. Selain itu, paviliun menampilkan manuskrip kuno, karya ulama Nusantara bertema ekoteologi, serta berbagai mushaf Al-Qur’an hasil produksi UPQ sebagai kontribusi Indonesia dalam pengembangan mushaf berkualitas internasional.
